Nama aku dewi umur ku 21thn aku terlahir dari keluarga yang tidak mampu bahkan untuk rumah tinggal pun aku tidak punya aku anak bungsu dari 2 bersoudara, ayah ku meninggal disaat aku berumur 3thn bahkan wajah nya pun aku tidak terlalu mengenalinya karna di saat aku berusia dua tahun ayah ku sakit entah sakit apa karna ibu tidak pernah membawa ayah kerumah sakit karna keterbatasan biaya ibu hanya bisa mengobati ayah dengan obat-obatan warung dan obat herbal yang iya buat sendiri di saat itu ekonomi keluargaku sangat susah karna tulang penggung keluarga ku satu-satu nya ayah ku, untuk kebutuhan hidup kami dan pengobatan ayah ku ibu rela bekerja menjadi buruh tani dan buruh cuci baju, pada suatu waktu ibu membawa ayah ke klinik untuk di priksa dengan uang dari hasil ibu menjadi buruh cuci baju, setelah di priksa dan di berikan resep obat-obatan seiring waktu kondisi aya semakin membaik dan ayah memutuskan untuk kerja lagi menjadi buruh tani meskipun ibu melarang nya tapi ayah tetep kekeh dengan alasan tidak tega melihat ibu terlalu cape mengurus rumahtangga sekaligus mencari napkah, dua bulan berlalu ayah kembali sakit drop karna kecapean saat ayah batuk mengeluarkan dar*h lalu ibu membawa ayah kerumah sakit dokter bilang ayah harus melakukan pemeriksaan ronsen setelah di ronsen dokter menyatakan bahwa ayah menderita sakit paru-paru dan dokter menyarankan ayah harus di rawat di RS tapi ayah menolak dengan alasan keterbatasan biaya meskipun ibu menyanggupinya karna ibu berencana meminjam uang ke rent*nir dengan jaminan tanah dan gubuk kami tapi ayah tetep kekeh tidak mau akhir nya ayah di bawa pulang, saat itu ekonomi keluargaku benar-benar sangat susah saking susah nya kami sering mendapat bantuan dari sodara-sodara dan tetangga karna ibu tidak bisa sepenuh nya kerja karna harus merawat ayah, mengurus aku yang masih kecil nenek ku tidak bisa sepenuh nya membantu keluarga ku dia hanya bisa sesekali momong aku terkadang merawat ayah ku, suatu hari ayah menyuruh ibu menjual tanah dan gubuk kami untuk kebutuhan hidup dan pengobatan ayah ku ibu tidak bisa melarang karna memang tidak ada cara lain, tanah dan gubuk kami pun di jual dan kami pindah kerumah nenek ku yang di tempati oleh anak-anak dan menantu nya yang lain, hingga suatu saat hal yang paling menyedihkan bagi ku. BERSAMBUNG ke part2 ini kisah nyata kehidupan silahkan follow ya sahabat fakta dan cerita agar tidak ketinggalan part2 nya terimakasih sudah mampir ke blog mimin🙏
Blog ini akan membagikan artikel tentang resep masakan resep kue manfaat semua buah berbagi fakta dan cerita menarik dan membahas tutorial apa sajah
Kamis, 15 Juli 2021
Kisah nyata cerita sedih anak bungsu
Nama aku dewi umur ku 21thn aku terlahir dari keluarga yang tidak mampu bahkan untuk rumah tinggal pun aku tidak punya aku anak bungsu dari 2 bersoudara, ayah ku meninggal disaat aku berumur 3thn bahkan wajah nya pun aku tidak terlalu mengenalinya karna di saat aku berusia dua tahun ayah ku sakit entah sakit apa karna ibu tidak pernah membawa ayah kerumah sakit karna keterbatasan biaya ibu hanya bisa mengobati ayah dengan obat-obatan warung dan obat herbal yang iya buat sendiri di saat itu ekonomi keluargaku sangat susah karna tulang penggung keluarga ku satu-satu nya ayah ku, untuk kebutuhan hidup kami dan pengobatan ayah ku ibu rela bekerja menjadi buruh tani dan buruh cuci baju, pada suatu waktu ibu membawa ayah ke klinik untuk di priksa dengan uang dari hasil ibu menjadi buruh cuci baju, setelah di priksa dan di berikan resep obat-obatan seiring waktu kondisi aya semakin membaik dan ayah memutuskan untuk kerja lagi menjadi buruh tani meskipun ibu melarang nya tapi ayah tetep kekeh dengan alasan tidak tega melihat ibu terlalu cape mengurus rumahtangga sekaligus mencari napkah, dua bulan berlalu ayah kembali sakit drop karna kecapean saat ayah batuk mengeluarkan dar*h lalu ibu membawa ayah kerumah sakit dokter bilang ayah harus melakukan pemeriksaan ronsen setelah di ronsen dokter menyatakan bahwa ayah menderita sakit paru-paru dan dokter menyarankan ayah harus di rawat di RS tapi ayah menolak dengan alasan keterbatasan biaya meskipun ibu menyanggupinya karna ibu berencana meminjam uang ke rent*nir dengan jaminan tanah dan gubuk kami tapi ayah tetep kekeh tidak mau akhir nya ayah di bawa pulang, saat itu ekonomi keluargaku benar-benar sangat susah saking susah nya kami sering mendapat bantuan dari sodara-sodara dan tetangga karna ibu tidak bisa sepenuh nya kerja karna harus merawat ayah, mengurus aku yang masih kecil nenek ku tidak bisa sepenuh nya membantu keluarga ku dia hanya bisa sesekali momong aku terkadang merawat ayah ku, suatu hari ayah menyuruh ibu menjual tanah dan gubuk kami untuk kebutuhan hidup dan pengobatan ayah ku ibu tidak bisa melarang karna memang tidak ada cara lain, tanah dan gubuk kami pun di jual dan kami pindah kerumah nenek ku yang di tempati oleh anak-anak dan menantu nya yang lain, hingga suatu saat hal yang paling menyedihkan bagi ku. BERSAMBUNG ke part2 ini kisah nyata kehidupan silahkan follow ya sahabat fakta dan cerita agar tidak ketinggalan part2 nya terimakasih sudah mampir ke blog mimin🙏

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir ke artikel dan blog kami dan terimakasih telah berkomentar.